Selasa, 30 Desember 2025

Penasehat Mufti Agung Mesir Ngelalar Kitab di UAC: Jangan Tiru Gerakan Hewan Saat Shalat




Qari` membaca matan hadits tanpa menerjemahkan, 
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَسْتَفْتِحُ الصَّلاةَ بِالتَّكْبِيرِ , وَالْقِرَاءَةَ بـ «الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ» وَكَانَ إذَا رَكَعَ لَمْ يُشْخِصْ رَأْسَهُ وَلَمْ يُصَوِّبْهُ وَلَكِنْ بَيْنَ ذَلِكَ , وَكَانَ إذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَائِماً , وَكَانَ إذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ السَّجْدَةِ لَمْ يَسْجُدْ , حَتَّى يَسْتَوِيَ قَاعِداً , وَكَانَ يَقُولُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ , وَكَانَ يَفْرِشُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَيَنْصِبُ رِجْلَهُ الْيُمْنَى , وَكَانَ يَنْهَى عَنْ عُقْبَةِ الشَّيْطَانِ، وَيَنْهَى أَنْ يَفْتَرِشَ الرَّجُلُ ذِرَاعَيْهِ افْتِرَاشَ السَّبُعِ , وَكَانَ يَخْتِمُ الصَّلاةَ بِالتَّسْلِيمِ)) .
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai shalat dengan bertakbir dan membaca Alhamdulillahi Rabbil alamin (Surah Al Fatihah). Beliau ketika ruku tidak mendongakkan kepalanya dan tidak menundukkannya, akan tetapi pertengahan di antara itu. Beliau ketika bangun dari ruku tidak langsung sujud sampai berdiri lurus, dan ketika mengangkat kepalanya dari sujud, maka Beliau tidak langsung sujud sampai duduk sempurna. Beliau mengucapkan tahiyyat pada setiap dua raka'at, membaringkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya, dan Beliau melarang ‘uqbah asy-syaithan, Beliau juga melarang seseorang menghamparkan kedua tangannya seperti binatang buas, dan Beliau menutup shalat dengan salam.”

Syaikh Prof. Dr. Ahmad Mamduh Sa'd menyuguhkan ta'liq (komentar), "Hadits ini juga bayan tambahan terkait deskripsi sifat shalat Rasul. Nabi mengawali shalat dengan takbirah al-ihram. Nabi memulai bacaan Al-Hamdu liLahi Rabbil-’alamin bukan dalil tidak disyariatkan basmalah. Alhamdulillah di sini sebagai ‘alam (tanda) surah Al-Fatihah secara total. Rasul ketika ruku’ tidak mengangkat kepala atau menunduk tapi sejajar punggung. Diksi hatta yastawiya artinya thuma`ninah yaitu fase berhenti sejenak. Dikatakan Nabi tahiyyat setiap dua raka'at artinya tasyahhud. Disebut tahiyyat sebagai majaz mursal yakni min bab ithlaq al-juz` wa iradah al-kull. Sebaliknya ithlaq al-kull wa iradah al-juz` ialah seperti firman Allah yaj’aluna ashabi’ahum fi adzanihim padahal hanya anamil (jari telunjuk). Rasul yaftarisy yaitu memposisikan telapak kaki kiri di bawah pantat kiri. ‘Uqbah Asy-Syaithan adalah duduk iq’a`, ada dua bentuk: satu Sunnah dan satu tidak. Yang Sunnah adalah telapak kaki dipancat dan diduduki kedua pantat. Iq’a` yang dilarang dalam hadits ini adalah seperti duduknya anjing. Dalam hadits ini juga dilarang duduk seperti hewan buas meletakkan tangannya hingga sikunya seperti Sphinx (Abul-Hul). Yang dimaksud di sini, Nabi tidak ingin shalat seperti tingkah hewan: anjing, hewan buas, gagak mematuk, maupun unta ketika mau duduk." Sekjen Dar Al-Ifta` Al-Mishriyyah ini membuka smartphonenya dan menunjukkan foto anjing duduk dan singa duduk.

Hadits berikutnya juga tidak dialihbahasakan,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إذَا افْتَتَحَ الصَّلاةَ , وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ , وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ , وَقَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ , رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ. وَكَانَ لا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ)) .
Dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu ‘anhuma, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya ketika hendak memulai shalat. Demikian pula ketika bertakbir untuk ruku, dan ketika mengangkat kepalanya dari ruku sambil mengucapkan, ‘Sami’allahu li man hamidah Rabbana walakal hamd,’ (artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Wahai Rabb kami untuk-Mulah segala puji), dan Beliau tidak melakukan hal itu (mengangkat kedua tangan) ketika akan sujud.”

Syaikh Prof. Mamduh memberi ta'liq, "Nabi ketika takbir mengangkat tangan sejajar pundak. Dipahami oleh para ulama Syafi’iyyah: telunjuk lurus telinga atas, ibu jari lurus telinga bawah, sehingga ada jarak antara telapak tangan dan pundak. Tidak boleh mengangkat tangan secara cepat karena seperti dzubab (lalat)." Syaikh memperagakan gerakan dzubab dengan gerakan telunjuk yang cepat dari tegak ke menekuk untuk merepresentasikan tidak bolehnya gerakan shalat secepat itu.

Di samping itu, Penasehat Mufti Agung Mesir ini juga menambahkan, "Di sini ada sirr ruhaniyy kenapa takbir seperti itu caranya. Yakni ketika ada yang menodong, maka Anda akan mengangkat tangan seperti takbir yang menunjukkan ekspresi keberserahan (istislam). Demikianlah gerakan takbir dalam shalat adalah istislam kepada Allah. Ketika turun untuk sujud atau bangun dari sujud tidak usah mengangkat tangan, demikian ketika pindah dari raka’at pertama ke kedua dan ketiga ke keempat, hanya angkat tangan ketika duduk pada raka’at kedua untuk bangun berdiri raka’at ketiga. Angkat tangan dalam takbir adalah Sunnah Hai`ah, ketika tertinggal tidak usah sujud sahwi."

Selang beberapa hadits, tibalah qari` pada hadits, dan masih sama, tidak mengalihbahasakan,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَالِكٍ بْنِ بُحَيْنَةَ - رضي الله عنه -: ((أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ إذَا صَلَّى فَرَّجَ بَيْنَ يَدَيْهِ , حَتَّى يَبْدُوَ بَيَاضُ إبْطَيْهِ)) .
Dari 'Abdullah bin Malik bin Buhainah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat merenggangkan kedua tangannya sehingga tampak putih ketiak Beliau.

Syaikh Ahmad Mamduh mengimbuhkan ta'liq, "Dalam hadits ini ada deskripsi sujud Nabi yaitu membentangkan lengan sampai ketiak terlihat agar tidak seperti hewan buas yang meletakkan lengan di tanah dan merapat ke perut kanan-kiri. Ini shalatnya laki-laki. Wanita sedikit dirapatkan tangannya ke perut kanan-kiri saat sujud." Syaikh sembari memperagakan, diikuti qari` yang juga sekaligus mutarjim.

Selasa, 17 Juni 2025

Penerbit Lamongan Beri Fasilitas Gratis untuk Penulis Buku Islam | UD. Elrasheed Publisher | 082140888638

 



📚 GRATIS BIAYA PENERBITAN BUKU ISLAM!

Inilah kabar baik untuk para ustadz, ustadzah, dosen PAI, trainer Islami, hingga selebgram hijrah dan influencer dakwah: UD. Elrasheed Publisher, penerbit profesional yang berbasis di Desa Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, membuka program penerbitan buku Islam dengan biaya nol rupiah! Tanpa pungutan, tanpa biaya tersembunyi, tanpa skema tipu-tipu—ini program nyata untuk dakwah nyata.

Kami menyediakan fasilitas nirlaba penuh bagi Anda yang memiliki karya tulis Islami, baik berbahasa Arab, hasil terjemahan, maupun asli berbahasa Indonesia. Naskah Anda akan kami proses secara profesional melalui tahap editing, layout, desain cover, setting isi, dan bedah buku online. Anda tidak perlu memikirkan soal biaya produksi, hanya perlu fokus menulis dan menyusun ilmu menjadi karya.

Cukup kirimkan naskah dalam format Microsoft Word atau Google Document ke email: asmaulhusnauniverse@gmail.com dan konfirmasi ke WhatsApp 0821-4088-8638. Pastikan naskah sudah rapi dan lengkap dengan anatomi buku (judul, pengantar, daftar isi, isi bab, penutup, dan daftar pustaka jika ada). Semakin rapi naskah Anda, semakin cepat kami proses menjadi buku cetak yang siap edar.

Program ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap gerakan dakwah berbasis literasi. Kami ingin menjembatani para dai, pendidik, dan pegiat dakwah digital yang ingin menyampaikan ilmunya dalam bentuk yang lebih abadi dan terdistribusi luas: buku. Dengan standar penerbitan yang telah kami bangun, karya Anda akan tampil layak di rak buku, toko online, dan event dakwah nasional.

Tidak ada batasan usia, popularitas, atau jumlah followers. Yang kami butuhkan hanya satu: naskah yang layak dan niat tulus berdakwah lewat tulisan. Jika Anda sudah lama ingin membukukan materi pengajian, kajian tafsir, buku doa, motivasi Islami, atau refleksi perjalanan spiritual, inilah saat yang tepat.

🌐 Untuk informasi selengkapnya, silakan kunjungi website resmi kami di: www.asmaulhusna.or.id. Jadikan tulisan Anda sebagai amal jariyah, karena setiap buku yang dibaca orang lain bisa menjadi pahala yang terus mengalir, insya Allah. Bersama UD. Elrasheed Publisher, mari kita dakwahkan Islam lewat pena.

Sabtu, 07 Juni 2025

Biografi Singkat Ustadz Brilly El-Rasheed Sebagai Salah Satu Pemerhari Ilmu Al-Qur`an

Ustadz H. Brilly El‑Rasheed, S.Pd., M.Pd., C.Ed. atau UBER. Beliau begitu dikenal sebagai pendiri Asmaul Husna Universe, sebuah lembaga pendidikan, pelatihan, dan riset yang fokus pada pendalaman Asmaul Husna—serta sosok yang aktif mengajak masyarakat memahami nama-nama dan sifat Allah dengan kajian yang ilmiah dan spiritual. Ustadz Brilly banyak menginisiasi kajian tematik Asmaul Husna yang tersebar secara daring, seperti rangkaian “Kajian Online Tematik Asmaul Husna Berbagai Komunitas Bersama UBER” yang digelar hingga awal Juni 2025 ini. Lewat Asmaul Husna Universe, beliau juga menerbitkan berbagai buku saku Asmaul Husna—lipat harmonika, multibahasa, hingga full colour—sebagai media edukatif yang praktis dan menarik.

Ustadz Brilly juga produktif dalam dunia penerbitan keislaman lewat CV. Alfasyam. Beberapa karyanya meliputi buku “Potret Ibadah Salaf”, “Tafsir Ayat‑Ayat Kebangsaan”, serta “Muhammadiyah itu Sufi”, yang semuanya total 210 buku. Buku‑buku ini menjadi wujud kontribusi nyata beliau dalam memperkaya literatur Salafiyyah, nasionalisme Islami, dan perspektif sufistik. Sebagai pengajar yang bergelar S.Pd., M.Pd., dan C.Ed., Ustadz Brilly memiliki pendekatan ilmiah dalam dakwahnya, seperti terlihat dalam tulisan “Iman Kepada Asmaul Husna Seharusnya Berdasar Makrifat”, di mana beliau mengajak untuk memahami Asmaul Husna bukan sekadar doa spiritual, tetapi melalui pemahaman maknawi yang mendalam. Kajian‑kajian beliau juga mengajak umat untuk kritis secara ilmiah, bukan hanya emosional.

Tidak hanya menyusun 27 naskah master mushaf Al-Quran yang terbit masing-masing rata-rata 100.000 eksemplar, Berdasarkan sumber dari Alfasyam.com, berikut beberapa buku seputar Al‑Qur’an yang disusun dan diterbitkan oleh Ustadz Brilly El‑Rasheed:


📘 1. Master Mushaf Juz 26–30 Waqaf‑Ibtidaʾ Thaha Junayd

  • Judul lengkap: Al‑Qur’an Juz 26, 27, 28, 29, 30 Waqaf‑Ibtidaʾ Thaha Junayd.

  • Fokus utama: memudahkan membaca dan menghafal Al‑Qur’an lewat metode “Ar‑Roudloh”, dengan pola waqaf‑ibtidaʾ yang disesuaikan dengan kemampuan napas remaja.

  • Diterbitkan oleh CV. Alfasyam Jaya Mandiri, 29 Juni 2021. (alfasyam.com)


2. Tesaurus Mushaf: At‑Tadabbur, At‑Tafshîl, At‑Tarbiyah

  • Merupakan kompilasi “tesaurus Al‑Qur’an” yang disertakan di dalam серии buku seperti At‑Tadabbur, At‑Tafshîl, dan At‑Tarbiyah.

  • Buku ini mendukung pemahaman (kensafan) ayat per ayat berdasarkan berbagai kitab tafsir, hadits, dan sirah.

  • Dirilis bersamaan sebagai bagian dari seri yang disusun oleh Ustadz Brilly dan tim Alfasyam. (kubuku.id)


3. Al‑Majmuʿ Juz ’Amma Tajwid Hafalan Tematik

  • Mushaf khusus Juz ’Amma (Juz 30) dengan tata warna tajwid dan blok-blok tematik ayat.

  • Dirancang untuk memudahkan penghafalan tematik, lengkap dengan indikator warna yang terhubung ke bagian penjelasan di panel bawah halaman.

  • Diterbitkan tahun 2023 oleh Mandiri Publishing. (perpuskita.perpustakaandigital.com)


🔍 Ringkasan

Secara ringkas, tiga karya master mushaf Brilly El‑Rasheed melalui Alfasyam adalah:

  1. Mushaf Juz 26–30 Waqaf‑Ibtidaʾ Thaha Junayd

  2. Tesaurus Mushaf (At‑Tadabbur, At‑Tafshîl, At‑Tarbiyah)

  3. Al‑Majmuʿ Juz ’Amma Tajwid Hafalan Tematik

Semua karya tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendalaman bacaan, tajwid, serta hafalan tematis, memadukan pendekatan ilmiah dan praktis bagi pelajar ataupun pencinta Al‑Qur’an.





Al-Qur'an Al-Ihsan Alfasyam Terjemah-Transliterasi Perkata, Al-Waqfu wal-Ibtida', Tahfizh, Tadabbur, Tesaurus dari Kitab Klasik

 



1. Membumikan Kalimat Ilahi dengan Cinta dan Kenyamanan

 Bayangkan memiliki Al‑Qur’an yang membimbing Anda dari membaca hingga memahami dengan penuh cinta dan kesungguhan. Al‑Ihsan hadir dengan rasm Utsmani yang jelas, font berwarna magenta‑hitam, serta jilid hardcover elegan—memberikan kenyamanan visual tanpa mengorbankan kualitas. Format A4/A5 yang lapang memanjakan mata saat digunakan dalam berbagai suasana: mengaji harian, kajian kelompok, atau bahkan tadarus personal di rumah (alfasyam.com).

2. Terjemah & Transliterasi Perkata: Jembatan ke Arah Kefasihan

 Tak hanya menampilkan terjemahan per ayat standar Kemenag (edisi 2019), mushaf ini juga dilengkapi transliterasi serta terjemahan per kata. Dengan metode ini, siapapun—termasuk pemula, muallaf, ataupun mantan buta huruf Arab—dapat langsung memahami arti dan pelafalan Arab dengan baik, mempermudah proses tahfizh dan tadabbur (alfasyam.com).

3. Tajwid Kode Huruf Konsonan: Baca dengan Benar, Selaras Ilmu

 Pelafalan yang benar adalah pondasi untuk tarannum dan penghayatan Al‑Qur’an. Al‑Ihsan mengusung sistem tajwid berbasis kode huruf konsonan berwarna, lengkap dengan panduan makharijul huruf dan al‑waqfu wal‑ibtida’, menjamin bacaan Anda sesuai kaidah tajwid klasik setiap harinya (alfasyam.com).

4. Tesaurus Qur’ani: Pintunya Ke Dalam Spiritualitas Ayat

 Setiap ayat bukan sekadar teks—melainkan pintu menuju penjelajahan spiritual. Mushaf ini dilengkapi tesaurus Islami lengkap: Asbabun‑Nuzul, Tafsir, Tadabbur, serta Hadits pilihan. Semua referensi klasik ini dihadirkan secara langsung, digarap ulama, bukan ‘AI‑made’, memperkuat pemahaman dan tadabbur ayat saat Anda membaca (alfasyam.com).

5. Harga Terjangkau, Bonus Metode Brillian, dan Kualitas Terjamin

 CV Alfasyam Jaya Mandiri memproduksi Al‑Ihsan dengan tinta dua warna (magenta & hitam) sehingga harga tetap ramah di kantong umat. Sudah dicetak berkali dan menjadi best‑seller di banyak platform. Bahkan, tersedia bonus Metode Brillian untuk membantu yang benar‑benar mulai dari nol huruf Arab—ideal untuk pemula sejati (alfasyam.com).


Cara Memesan:

 📞 Hubungi 0821‑4088‑8638 atau 0813‑3457‑5059


Jangan lewatkan kesempatan memiliki sahabat spiritual yang lengkap: membaca, memahami, memperindah bacaan, dan membangun tadabbur dengan nyaman dan terarah. Al‑Qur’an Al‑Ihsan adalah investasi terbaik untuk perjalanan iman Anda dan keluarga.


Souvenir Asmaul Husna Berbentuk Buku Saku Lipat Harmonika 082140888638



 📘 Ingin memberikan souvenir yang bermakna, unik, dan bernilai dakwah? Buku Saku Asmaul Husna karya Ustadz Brilly El-Rasheed hadir dalam bentuk lipat harmonika yang praktis dan elegan, memuat 99 nama Allah dengan terjemah 4 bahasa (Arab-Indonesia-Inggris-Mandarin) lengkap dengan transliterasi latin. Mudah dibaca siapa saja, termasuk anak-anak, mualaf, dan jamaah umum.

🎁 Dengan harga hanya Rp 3.000,-/pcs, buku ini sangat cocok dijadikan souvenir untuk berbagai acara Islami: wisuda santri, tasyakuran, nikahan, khitanan, aqiqahan, haji-umrah, hingga tahlilan. Tak hanya menjadi kenang-kenangan, tapi juga amal jariyah yang terus mengalir pahalanya setiap kali dibaca dan diamalkan oleh penerimanya.

📦 Stok tersedia untuk pemesanan partai kecil maupun besar. Segera hubungi kami melalui WhatsApp di 0821-4088-8638 atau 0813-3457-5059 untuk pemesanan dan katalog. Jadikan momen istimewa Anda lebih bermakna dengan menghadiahkan Buku Saku Asmaul Husna — kecil di tangan, besar manfaatnya untuk dunia dan akhirat.

📖 Buku Saku Asmaul Husna karya Ustadz Brilly El-Rasheed hadir sebagai solusi praktis dan elegan untuk siapa saja yang ingin lebih dekat dengan Allah melalui 99 nama-Nya yang agung. Dirancang dalam format lipat harmonika yang unik dan ringkas, buku ini sangat cocok dibawa ke mana pun — untuk dzikir, tadabbur, atau mengajarkan Asmaul Husna kepada anak-anak, santri, hingga mualaf.

💬 Keistimewaannya terletak pada format multibahasa: Arab, Indonesia, Inggris, Mandarin, dan transliterasi latin, sehingga bisa digunakan oleh siapa saja, dari berbagai latar belakang bahasa. Bukan sekadar buku, ini adalah alat dakwah global yang praktis, mengajak lebih banyak orang mengenal dan mengamalkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari — bahkan bagi yang belum fasih membaca Arab sekalipun.

🛍️ Dapatkan sekarang dan jadikan buku ini sebagai teman spiritual harian Anda, hadiah berkesan untuk keluarga, atau souvenir edukatif bagi tamu acara Islami. Pemesanan bisa melalui WhatsApp di: 0821-4088-8638 atau 0813-3457-5059. Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki buku saku yang kecil bentuknya namun besar manfaatnya — penuh nilai dzikir, bahasa, dan keberkahan!



Jumat, 15 Oktober 2021

Amalan Ketika Khataman 30 Juz Al-Quran | Konsultasi Syari'ah & Fiqih (KASYAF) | Bahtsul Masail Taujih Tarjih Fatwa Khuthbah

Konsultasi Syari'ah & Fiqih (KASYAF) No. 
*414 - Amalan Ketika Khataman*

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Pertanyaan_
☎️ apa yg biasanya dilakukan org2 kalo khatam qur'an..kulo mboten paham Niki mboten pakai nasi kuning ngoten tha ustadz🤣🤣 Alhmdulillah sejak saya punya mushaf Qur'an attadarus Jd mudah membaca qur an insyaa Allah dalam bulan ini saya khatam 2 lembar setelah shalat maghrib mawon ustadz..kalo biasanya tidak ada godaan syaiton bisa 4 lembaran..masih bau kencur ustadz..saya🤭 Saya berbulan2 baru khatam ustadz🥺

📝 Ditanyakan oleh Ibu *Tanti A.* (+62 857-3138-2404) dari Mojokerto pada 21 Agustus 2021 via WhatsApp tanpa editing

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Jawaban_
🕰️ Sekadar info biar siap. Bahwa kalau kita memang ditaqdirkan Allah jadi orang istimewa dan kaya raya dunia-Akhirat maka Allah akan memaksa kita untuk beramal yang luar biasa, paksaan Allah bisa berupa musibah dan segala masalah, ketika itulah mau tidak mau kita harus meningkatkan ibadah. Jadi ayo kita tingkatkan ibadah kita sebelum kita dipaksa Allah. Saya sudah merasakan itu, maka saya tidak mau males-malesan ibadah karena takut dipaksa Allah lagi dengan musibah. Diantaranya saya membaca dua juz Al-Qur`an setiap hari. Sebaliknya, kalau kita ditaqdirkan Allah jadi orang yang biasa aja di Surga maupun di dunia, ya Allah ga akan memaksa kita untuk meningkatkan ibadah, akhirnya kita santai-santai doang sampai-sampai males ibadah, akhirnya begitu di kubur, nyesel.

📜 Disampaikan oleh Ibnu ‘Abbas,
قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ قَالَ وَمَا الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ قَالَ الَّذِي يَضْرِبُ مِنْ أَوَّلِ الْقُرْآنِ إِلَى آخِرِهِ كُلَّمَا حَلَّ ارْتَحَلَ
Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, _“Al-Hall wa Al-Murtahil.”_ Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hall wa al-murtahil, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, _“Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.”_ *[Sunan At-Tirmidzi]*

قَوْلُهُ : ( الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ ) قَالَ الْجَزَرِيُّ فِي النِّهَايَةِ هُوَ الَّذِي يَخْتِمُ الْقُرْآنَ بِتِلَاوَتِهِ ثُمَّ يَفْتَتِحُ التِّلَاوَةَ مِنْ أَوَّلِهِ شَبَّهَهُ بِالْمُسَافِرِ يَبْلُغُ الْمَنْزِلَ فَيَحِلُّ فِيهِ ، ثُمَّ يَفْتَتِحُ سَيْرَهُ أَيْ يَبْتَدِئُهُ 
📻 Diuraikan oleh Imam Al-Jazari dalam An-Nihayah fi Gharib Al-Hadits, al-hall wa al-murtahil ialah sebutan untuk orang yang membawa mengkhatamkan tilawah Al-Quran lalu mengulanginya dari awal lagi. Persis seperti traveller (musafir) yang tatkala sampai di suatu tempat istirahat di situ lalu tidak lama melanjutkan kembali perjalanannya.

وَكَذَلِكَ قُرَّاءُ مَكَّةَ إِذَا خَتَمُوا الْقُرْآنَ ابْتَدَءُوا وَقَرَءُوا الْفَاتِحَةَ وَخَمْسَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ الْبَقَرَةِ إِلَى وَأُولَئِكَ هُمِ الْمُفْلِحُونَ ثُمَّ يَقْطَعُونَ الْقِرَاءَةَ وَيُسَمُّونَ فَاعِلَ ذَلِكَ الْحَالَّ الْمُرْتَحِلَ ، أَيْ خَتَمَ القُرْآنَ ، وَابْتَدَأَ بِأَوَّلِهِ وَلَمْ يَفْصِلْ بَيْنَهُمَا بِزَمَانٍ ،
📒 Dulu para Qari Makkah manakala usai mengkhatamkan Al-Quran mereka lanjut memulai dari awal lagi membaca Al-Fatihah dan lima ayat pertama surah Al-Baqarah hingga ayat yang berbunyi wa ulaika humul-muflihun, baru menghentikan bacaan. Mereka menyebut, demikianlah makna aplikatif sebutan Nabi Al-Hall wa Al-Murtahil. Yaitu mengkhatamkan Al-Quran lalu membaca awal surah tanpa terjeda waktu sedikitpun.

🏵️ Jadi amalan membaca Al-Qur`an adalah amalan istimewa luar biasa. Kita bisa bayangkan, Al-Qur`an seluruhnya adalah Kalamullah, firman Tuhan, omongannya Allah. Kita membaca ulang omongan-Nya berarti kita meniru omongan-Nya. Ketika omongan-Nya melekat dengan lisan kita karena terlalu sering kita baca maka bukan tidak mungkin lisan kita akan memiliki kekuatan hebat. 

🏡 Jangankan menirukan firman-Nya, kita menyebut nama-Nya saja sudah mendapat berbagai perlindungan. Sebagaimana ketika kita mau masuk ke sebuah sistem pertahanan, misalnya istana kepresidenan, lalu kita dihalangi oleh sistem pertahanan di situ untuk masuk ke istana, lalu kita sampaikan, “Saya keluarga dekat Presiden.” Praktis kita bisa melenggang masuk. Begitu juga ketika kita sedang dicegat oleh sekawanan penjahat, lalu kita sebut, “Hei, jangan macam-macam ya, saya keluarga bos mafia.” Bayangkan! Baru sebut nama saja, kita sudah save banget. Bagaimana pula bila kita sebut nama Allah di hadapan makhluq-makhluq-Nya? Apalagi kita menirukan firman-Nya setiap detik tanpa putus. 

⛺ Kelak di Surga, ketika kita ingin naik ke Surga yang lebih tinggi, maka para malaikat penjaga gerbang Surga meminta kita menyebutkan sandi rahasia berupa ayat-ayat Allah yang kita hafal semasa di dunia. Sebagaimana ketika kita hendak memasuki sebuah ruang rahasia di dunia ini yang dijaga ketat dan kita baru bisa memasukinya hanya jika kita bisa menyebutkan sandi rahasia. Bagaimana, termotivasi untuk sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya membaca firman-firman Allah?

🚚 Nah, manakala kita banyak dan sering membaca Al-Qur`an, berarti kita sering dan banyak mengkhatamkannya. Setiap kali kita mengkhatamkannya sebanyak itu pula kita mendapatkan perhatian Allah spesial, Allah juga menurunkan sepasukan besar malaikat, Rasulullah bersabda,
مَنْ قَرَأَ الْقُرْأٓنَ ثُمَّ دَعَا، أَمَّنَ عَلَى دُعَائِهِ اَرْبَعَةُ اَلَافِ مَلِكٍ  
“Barang siapa telah membaca Al-Qur’an (khatam) kemudian dia berdoa, maka ada 4 ribu malaikat yang mengaminkan doanya” *[Sunan Ad-Darimi]*
اِذَا خَتَمَ الْعَبْدُ الْقُرْأٓنَ صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ خَتْمِهِ سِتُّوْنَ اَلْفِ مَلِكٍ
“Apabila seorang hamba telah mengkhatamkan Al-Qur’an, maka akan hadir 60.000 malaikat yang membacakan istighfar untuknya saat khatam Al-Qur’an tersebut” *[Sunan Ad-Darimi]*

🗺️ Imam An-Nawawi memaparkan, 
وينبغي أن يلحّ في الدعاء وأن يدعو بالأمور المهمة وأن يكثر في ذلك في صلاح المسلمين وصلاح سلطانهم وسائر ولاة أمورهم
“Hendaklah dia bersungguh-sungguh dalam bedoa dan mendoakan hal-hal yang penting serta memperbanyak doa untuk kebaikan kaum muslimin dan para pemimpin mereka.” *[At-Tibyân fî Adâb Hamalati Al-Qurân, Dar Al-Minhaj, halaman 184]*

🧶 Maka dari itu, ketika kita usai membaca 30 juz, 114 surah, 6.666 ayat (menurut kalkulasi KH. Nawawi Banten dalam Nihayah Az-Zain), 323.671  huruf (menurut kalkulasi Ibnu ‘Abbas) atau 1.000.000 huruf (menurut kalkulasi ‘Umar bin Al-Khaththab), maka ketika itulah kita dianjurkan memperbanyak doa, doa apa saja, tidak harus doa yang teksnya tertera di mushaf-mushaf Al-Qur`an. Kenapa tidak harus itu? Karena teks-teks doa tersebut hanya sebagai opsi panduan saja, hanya pilihan saja, sebenarnya bebas doa apa saja. Namun, timbang bingung mau doa apa, baca saja teks panduan doa khatam di mushaf yang Anda pakai, lalu tambah dengan doa apa saja dengan bahasa Anda sendiri. 

وعن الحكم عن مجاهد قال: إنما دعوناك أنَّا أردنا أن نختم القرآن، وإنه بلغنا أن الدعاء يستجاب عند ختم القرآن، قال: فدعَوا بدعوات. 
🎒 Dan riwayat Al-Hikam dari Mujahid, beliau pernah mengatakan dalam majelis khatam Al-Qur`an kepada para hadirin, “Sesungguhnya kami mengundang Anda karena kami hendak mengkhatamkan Al-Qur`an, dan telah sampai kabar-kabar dari para pendahulu bahwa doa amat sangat mustajab ketika khatam Al-Qur`an.” Maka para hadirin juga ikut berdoa dengan doa-doa mereka masing-masing. *[Sunan Ad-Darimi 2/561]*

👔 Secara terus terang Syaikh Prof. Dr. Isma’il Asy-Syarqawi Al-Azhari menyatakan memang tidak ada hadits shahih dari Nabi bahwa waktu khatam Al-Qur`an termasuk waktu mustajabah, namun,
وفي بعض الروايات الصحيحة: وأنه كان يقال: إن الرحمة تنزل عند خاتمة القرآن، والله أعلم.
Dalam sebagian riwayat shahih, bahwa biasa dikatakan, “Sesungguhnya rahmah Allah turun ketika Al-Qur`an khatam dibaca.” *[https://www.alukah.net/sharia/0/55528/#ixzz750jDemTE]*

🌎 Syaikh Asy-Syarqawi juga mengingatkan, sekalipun tidak ada teks valid dari Nabi, bukan berarti waktu khatam Al-Qur`an sama sekali bukan waktu mustajabah, mengingat adanya hadits Ash-hab Al-Ghar (tiga orang yang terjebak di gua), jadi min bab at-tawassul bi al-a’mal ash-shalihah.

🧀 Saya juga masih ingat dulu pernah diajar oleh salah satu ustadzah saya saat masih TPQ, bahwa sangat bagus bila hendak khatam maka kita puasa dulu, ketika puasa itulah kita tuntaskan bacaan kita hingga khatam. Ternyata memang ada ‘ibarahnya, Imam An-Nawawi menyatakan,
صح عن بعض التابعين الكوفيين أنهم كانوا يصبحون صيامًا اليوم الذي يختمون فيه.
“Memang valid informasi dari sebagian generasi Tabi’in yang tinggal di Kuffah bahwa mereka berpuasa pada hari ketika mengkhatamkan Al-Qur`an.” *[https://www.alukah.net/sharia/0/55528/#ixzz750hPv9sC]*

🫒 Dianjurkan juga mengumpulkan sebentar anggota keluarga atau siapa saja untuk ikut mengaminkan doa saat berdoa manakala khatam Al-Qur`an, sebagaimana diteladankan oleh Anas bin Malik, salah satu khadim (pembantu) Rasulullah,
 وعن ثابت قال: كان أنس إذا ختم القرآن جمع ولده وأهل بيته، فدعا لهم
Kabar dari Tsabit, adalah Anas bin Malik ketika khatam Al-Qur`an, dia kumpulkan anak-anaknya dan keluarga dekatnya, lalu berdoa untuk mereka. *[Sunan Ad-Darimi 2/560]*

🍉 Tradisi-tradisi keshalihan semacam ini sebenarnya amat sangat perlu dilestarikan, sebagaimana di kampung-kampung, kita masih biasa mendengar kabar ketika anak-anak TPQ khatam Al-Qur`an pertama kali, maka orang tuanya membuatkan hidangan dan jajanan untuk teman-temannya di TPQ kemudian didoai bersama-sama. 

🚧 Sebenarnya tidak hanya anak-anak TPQ, kita yang sudah tua-tua ini juga perlu membiasakan itu, baik itu kita khatam pertama kali, maupun khatam kesekian kalinya sepanjang usia kita. Bahkan bila one day two juz misalnya, sebagaimana saya rutinkan, berarti setiap bulan saya harusnya dua kali mengadakan seremonial khataman walaupun kecil-kecilan, sekadar makan bareng keluarga hang out di restoran mana gitu, tidak harus di TPQ atau di masjid.

📝 Dijawab oleh Mas *Jibril* (Haji Brilly) 
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📺 🇧 🇨 🇶 🇺 🇫 🇮  (Broadcast Quantum Fiqih) telah melayani KASYAF (Konsultasi Syariah dan Fiqih) hampir 430 sesi secara gratis/free tanpa syarat, baik secara tatap muka atau jarak jauh, baik lisan maupun tertulis, baik masalah Aqidah, Tafsir, Hadits, Fiqih, Akhlaq, Keluarga, dan lain sebagainya. Sampaikan pertanyaan melalui ustadzjibril@gmail.com atau http://wa.me/6282140888638. Jangan lupa sampaikan *nama dan kota domisili*. Jika pertanyaan mengandung aib, maka identitas penanya akan dirahasiakan.

📺 Telah diterima donasi dari: (1) Mas *Dwi Y. F.* dari Probolinggo sebesar Rp 350.000,-; (2) Anda berikutnya.

Gawat! Kita Harus Punya Kendaraan Melintas Shirath | Konsultasi Syari'ah & Fiqih (KASYAF) | Bahtsul Masail Taujih Tarjih Fatwa Khutbah

Konsultasi Syari'ah & Fiqih (KASYAF) No. 
*415 - Gawat! Kita Harus Punya Kendaraan Melintas Shirath*

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Pertanyaan_
🕰️ Benarkah amal kita di dunia menjadi kendaraan kita untuk melewati shirath yang berada di atas jurang Neraka?

📝 Ditanyakan oleh Bapak *Eko Setiawan* (0822-8763-3259) dari Riau pada _22 Agustus 2021_ via WhatsApp dengan editing

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_Jawaban_
🚧 Gambaran tentang jembatan Ash-Shirath dan orang-orang yang melintas di atasnya dapat disimak secara seksama dalam riwayat dari Ibnu Mas‘ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan,
يُوضَعُ الصِّرَاطُ عَلَى سَوَاءِ جَهَنَّمَ مِثْلَ حَدِّ السَّيْفِ الْمُرْهِفِ مَدْحَضَةٌ مَزَلَّةٌ عَلَيْهِ كَلَالِيبُ مِنْ نَارٍ يَخْتَطِفُ بِهَا فَمُمْسِكٌ يَهْوِي فِيهَا وَمَصْرُوعٌ؛ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمُرُّ كَالْبَرْقِ فَلَا يَنْشَبُ ذَلِكَ أَنْ يَنْجُوَ ثُمَّ كَالرِّيحِ فَلَا يَنْشَبُ ذَلِكَ أَنْ يَنْجُوَ ثُمَّ كَجَرْيِ الْفَرَسِ ثُمَّ كَسَعْيِ الرَّجُلِ ثُمَّ كَرَمَلِ الرَّجُلِ ثُمَّ كَمَشْيِ الرَّجُلِ، ثُمَّ يَكُونُ آخِرُهُمْ إنْسَانًا رَجُلٌ قَدْ لَوَّحَتْهُ النَّارُ وَلَقِيَ فِيهَا شَرًّا ثُمَّ يُدْخِلُهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ وَرَحْمَتِهِ   
_“Jembatan Ash-Shirath dipasangkan di tengah-tengah Jahannam seperti pedang tipis yang sangat tajam. Ia sebuah jembatan yang licin dan menggelincirkan. Di atasnya penuh besi-besi pengait dari api yang siap menyambar, mengait, dan menghempaskan ke Neraka. Di antara mereka ada orang yang melintas secepat petir. Dia berhasil selamat dan tak melekat (bergelantung) pada jembatan. Ada pula yang melintas secepat angin. Dia berhasil selamat dan tak melekat di atasnya. Ada pula yang melintas secepat kuda. Ada pula yang melintas seperti orang berlari. Ada pula yang melintas seperti orang berjalan cepat. Ada pula yang berjalan seperti orang berjalan normal. Dan manusia yang terakhir melintas adalah seorang laki-laki yang telah hangus terbakar api dan menghadapi kesulitan di atasnya, kemudian *dimasukkan Allah ke dalam Surga berkat karunia, kemuliaan, dan rahmat-Nya*.”_ *[Al-Mu’jam Al-Kabir li Ath-Thabrani]*

🧶 Para tetua kita dulu sering mengajarkan, hewan qurban kita adalah tunggangan kita ketika melintasi shirath. Akhirnya ajaran tersebut menjadi ‘aqidah (keyakinan). Lantas oleh para content creator dikembangkan, “Segala amal akan mewujud menjadi kendaraan kita untuk meniti shirath.” Sampai-sampai ada youtuber yang memvisualisasikan bahwa amal baik membangun masjid akan berubah jadi kapal untuk melintasi shirath. Padahal ajaran tetua kita dulu itu lebih tepatnya bahasa kiasan, tapi oleh para influencer ditelan mentah-mentah lalu dijabarkan sesuai imajinasinya. Meskipun, memang ada nash-nash hadits yang agak-agak membenarkan, sekali lagi, agak, mungkin hanya 10 % pembenarannya.

📒 Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani membawakan hadits yang dipastikan tidak valid dari Nabi,
عظموا ضحاياكم فإنها على الصراط مطاياكم 
“Pilihlah yang besar hewan-hewan kurban kalian, karena sesungguhnya itu adalah tunggangan-tunggangan kalian nanti di atas shirath.” *[At-Talkhish Al-Habir no. 2364]* “Maknanya, Sesungguhnya hewan qurban itu akan menjadi tunggangan-tunggangan bagi orang yang berkurban, ada juga yang mengatakan, “Sesungguhnya itu akan memudahkan dalam melintas di atas jembatan shirath.”

📜 ‘Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan, Nabi bersabda,
يرد الناس كلهم النار ثم يصدرون منها بأعمالهم فأولهم كلمع البرق, ثم كمر الريح, ثم كحضر الفرس, ثم كالراكب, ثم كشد الرجال، ثم كمشيهم
_“Seluruh manusia mendatangi Neraka kemudian *mereka melintasinya dengan amal-amal mereka*, yang paling cepat adalah seperti kilatan petir, kemudian seperti hembusan angin, kemudian seperti larinya kuda, kemudian seperti penunggang (unta), kemudian seperti orang berlari, kemudian seperti orang berjalan biasa.”_ *[Al-Mustadrak li Al-Hakim 2/407]*

📜 Hadits ini lebih dikuatkan lagi statusnya oleh hadits, 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَتُرْسَلُ الْأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ، فَتَقُومَانِ جَنَبَتَيِ الصِّرَاطِ يَمِينًا وَشِمَالًا، فَيَمُرُّ أَوَّلُكُمْ كَالْبَرْقِ ” قَالَ: قُلْتُ: بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَيُّ شَيْءٍ كَمَرِّ الْبَرْقِ؟ قَالَ: ” أَلَمْ تَرَوْا إِلَى الْبَرْقِ كَيْفَ يَمُرُّ وَيَرْجِعُ فِي طَرْفَةِ عَيْنٍ؟ ثُمَّ كَمَرِّ الرِّيحِ، ثُمَّ كَمَرِّ الطَّيْرِ، وَشَدِّ الرِّجَالِ، تَجْرِي بِهِمْ أَعْمَالُهُمْ وَنَبِيُّكُمْ قَائِمٌ عَلَى الصِّرَاطِ يَقُولُ: رَبِّ سَلِّمْ سَلِّمْ، حَتَّى تَعْجِزَ أَعْمَالُ الْعِبَادِ، حَتَّى يَجِيءَ الرَّجُلُ فَلَا يَسْتَطِيعُ السَّيْرَ إِلَّا زَحْفًا “، قَالَ: «وَفِي حَافَتَيِ الصِّرَاطِ كَلَالِيبُ مُعَلَّقَةٌ مَأْمُورَةٌ بِأَخْذِ مَنِ اُمِرَتْ بِهِ، فَمَخْدُوشٌ نَاجٍ، وَمَكْدُوسٌ فِي النَّارِ»
_“Lalu diutuslah amanah dan rahim (tali persaudaraan), keduanya berdiri di samping kiri dan kanan shirath tersebut. Orang yang pertama melewatinya seperti kilat.“ Aku bertanya, “Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab , “Tidakkah kalian pernah melihat kilat, bagaimanakah kilat lewat (datang) dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung, dan seperti kuda yang berlari kencang. *Mereka melintas sesuai dengan amal perbuatan mereka.* Ketika itu, Nabi kalian berdiri di atas shirath sambil berkata, “Ya Allah, selamatkanlah! Selamatkanlah! Sampai (giliran) para hamba yang lemah amalnya, sehingga datanglah orang tersebut lalu dia tidak bisa melewatinya kecuali dengan merangkak.” Beliau bersabda (lagi), “Di kedua sisi shirath terdapat besi pengait yang bergantungan untuk menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpeleset namun selamat dan ada pula yang terjungkir ke dalam Neraka.“_ *[Shahih Muslim no. 195]*

🍟 Hadits-hadits inilah yang berhasil saya telusuri, yang mungkin ditelan mentah-mentah lalu divisualisasikan, diimajinasikan, diwujudkan bahwa amal manusia akan menjelma jadi kendaraan yang beraneka ragam yang berbentuk tertentu untuk melintasi shirath. Maklumlah, content creator mau tidak mau apa saja dilakukan, demi viewers, demi subscriber, sampai-sampai kejadian-kejadian Akhirat juga dibikin. Sebaiknya dihindari! Tapi bagaimana lagi, nyatanya dari visualisasi itu kadang orang-orang bejat jadi taubat, orang-orang yang jauh dari agama jadi mendekat. Seharusnya diimbangi dengan deskripsi atau caption di bawah video visualisasi tersebut dengan penjelasan yang detil, minimal penjelasan saya ini dicopas di situ, agar jangan sampai jadi ‘aqidah yang salah bahwa amal-amal akan mewujud secara fisik jadi kendaraan melintas shirath.

⛺ Poin terpenting untuk diingat, sebagaimana teks hadits Nabi di atas, bahwa memang kecepatan manusia melintas shirath sesuai dengan amal ketika di dunia. Siapa yang buruk amalnya akan tertatih-tatih bahkan terpeleset masuk ke jurang Neraka dan berada di dalamnya merasakan adzab sesuai amalnya. Siapa yang baik amalnya akan cepat sesuai nilai amal baiknya, semakin banyak dan besar amal baiknya selama di dunia maka akan amat sangat cepat melintasi shirath bahkan sama sekali tidak merasakan panasnya Neraka.

🏵️ Lebih dari itu, apapun informasi tentang Akhirat harus kita crosscheck dengan teliti dengan bimbingan para ulama dan teks-teks referensi primer (Al-Qur`an dan As-Sunnah yang diajarkan secara turun-temurun), bukan bimbingan content creator maupun influencer.

📝 Dijawab oleh Mas *Jibril* (Haji Brilly) 
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📺 🇧 🇨 🇶 🇺 🇫 🇮  (Broadcast Quantum Fiqih) telah melayani KASYAF (Konsultasi Syariah dan Fiqih) hampir 430 sesi secara gratis/free tanpa syarat, baik secara tatap muka atau jarak jauh, baik lisan maupun tertulis, baik masalah Aqidah, Tafsir, Hadits, Fiqih, Akhlaq, Keluarga, dan lain sebagainya. Sampaikan pertanyaan melalui ustadzjibril@gmail.com atau http://wa.me/6282140888638. Jangan lupa sampaikan *nama dan kota domisili*. Jika pertanyaan mengandung aib, maka identitas penanya akan dirahasiakan.

📺 Telah diterima donasi dari: (1) Mas *Dwi Y. F.* dari Probolinggo sebesar Rp 350.000,-; (2) Anda berikutnya.