Senin, 23 Desember 2019

Renungan Tafakkur Muhasabah untuk Booster Bagi yang Masih Malas Beramal Shalih Seperti Membaca Al Quran


🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀

🇲​🇦​🇸​🇮​🇭​ 🇲​🇦​🇱​🇦​🇸​
🇧​🇪​🇷​🇦​🇲​🇦​🇱​ 🇸​🇭​🇦​🇱​🇮​🇭​

🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀

#⃣ #broadcastquantumfiqih
No.: T/4/II/QUFI
Topik: 2⃣ _Tadabbur Al-Quran_
Rubrik: _quantumfiqihalquran_

🇧​🇨​🇶​🇺​🇫​🇮​

🥊 *Masih Malas Beramal Shalih?* 🥊

🕋 Allah Al-Majid Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

_"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."_ *[QS. An-Nahl: 97]*

🏆 Tidak hanya kehidupan yang baik, orang yang beriman dan beramal shalih juga dijamin tidak akan takut dan sedih (QS. Al-Baqarah: 62); dijamin akan merasakan keamanan (QS. Al-An’am: 82); meraih kekuasaan di muka bumi (QS. An-Nur: 55); dibukakan pintu keberkahan dari bumi dan langit (QS. Al-A’raf: 96); diberi jalan keluar dari kesulitan (QS. Ath-Thalaq: 2-3); ditanamkan rasa kasih sayang di hatinya (QS. Maryam: 96); dijamin akan masuk surga (QS. Ath-Thalaq: 11; QS. Al-Kahf: 88, 107, 108; QS. Thaha: 75-76; QS. Asy-Syura: 22; QS. Al-Furqan: 70; QS. Saba`: 37; QS. Ghafir: 39-40); mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dan tempat kembali yang baik (QS. Ar-Ra’d: 29; QS. Fushshilat: 8).

🛍 Dunia-Akhirat kita akan bahagia sempurna jika kita menjaga iman dan amal shalih sebagai life style kita. Hari ini dan esok harus berhias shalat, dzikir, lantunan Al-Quran, bacaan Al-Hadits, birrul-walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua), dan amal-amal shalihah yang lainnya.

🚀 Syaikj Dr. Jamal Muhammad Az-Zaki dalam Fushul fi Thibb Ar-Rasul cetakan Syuruq, Kairo, tahun 2011 menyatakan, “Telah banyak ulama yang menulis dan berbicara tentang hubungan antara kekuatan iman dan ketenangan jiwa. Mereka benar-benar meyakini adanya hubungan tak terpisahkan antara iman dan ketenangan jiwa. Menurut pendapat mereka, keimanan dapat mengokohkan jiwa dan membuatnya diliputi rasa tenang karena: 1⃣ (1) Semakin keimanan bertambah dalam jiwa seseorang, semakin bertambah pula keyakinan dirinya sehingga ia tidak akan hidup bergantung pada belas kasihan pada orang lain. Satu-satunya tempat bergantung seorang mu`min hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala; 2⃣ (2) Semakin kokoh dan mantap keimanan seseorang kepada Allah, semakin besar pula kemampuannya untuk bersabar dan bertahan menghadapi kesulitan; 3⃣ (3) Semakin kuat keimanan seseorang, semakin besar pula ketenangan yang dirasakannya sehingga jiwanya diliputi kebahagiaan setiap saat.”

💯 Yakinlah! _Mungkin hari ini kita sakit, jika kita selalu menggenggam iman dan amal shalih, yakinlah itu adalah ujian dari Allah Ar-Rahman untuk mengangkat derajat kita di dunia dan Akhirat, menghapus dosa kita,_ sehingga setelah sakit itu kita akan semakin ringan dalam beramal shalih lebih dahsyat lagi, dan kesehatan kita pun semakin hebat lagi, serta kesejahteraan hidup kita dunia-Akhirat semakin terjamin lagi. Amin.

🚑 Jika kemarin kita masih berat untuk shadaqah, hari ini kita mulai. Jika kemarin kita masih berat untuk shalat sunnah, hari ini kita mulai. Jika kemarin kita masih berat untuk berdzikir selagi berkendara, berolahraga, bekerja, bersih2 rumaj, hari ini kita mulai. Jika kemarin kita masih berat berbagi dengan orang tua, kerabat, tetangga, hari ini kita mulai.

📝 Ditulis oleh Abinya Abizard *H. Brilly El-Rasheed, S.Pd.* bin H. Yulianto
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🛍 Insyaallah dalam waktu dekat 🇧​🇨​🇶​🇺​🇫​🇮 akan mengadakan acara *SANTUNAN YATIM* di Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur. Hubungi *+6285735908108*. 

📻 Alhamdulillah per tanggal _1 Februari 2018_, jumlah pelanggan 🇧​🇨​🇶​🇺​🇫​🇮​ sejumlah 3⃣9⃣6⃣ orang, dan 1⃣0⃣0⃣ grup Whatsapp dengan jumlah anggota rata-rata 1⃣8⃣0⃣. Sehingga satu 📣 broadcast kami diterima kurang dari 2⃣0⃣0⃣0⃣0⃣ orang. Alhamdulillah.

📬 Layangkan pertanyaan seputar agama Islam via surel *ustadzjibril@gmail.com* dengan menyebutkan nama dan kota asal. 

🎙 Daftarkan diri mendapatkan broadcast whatsapp QUANTUMFIQIH di *+6285735908108* dengan menyebutkan nama dan kota asal.

🍯 Jual *Madu Hutan Klanceng Mauni dan Multiflora* dari hutan alami Bojonegoro, Jawa Timur, kemasan botol kaca 650 ml hanya _Rp 125.000,-._

🏢 Cari penginapan (indekost) di dekat Kampus UNISDA (Universitas Darul Ulum Lamongan) hubungi *+6281232170541*

🍔 *SBY CULLINARY COURSE* siap memberikan pelatihan keterampilan bisnis aneka kuliner. Sudah hampir 100 pelatihan diselenggarakan bekerjasama dengan kantor-kantor dinas pemerintahan. Hubungi *+6281232170541*

🏆 Yuk gabung di grup Whatsapp Komunitas Pejuang Shalat Sunnah Sehari Semalam (KOPASSUSS) di http://bit.ly/2Dok2MI

Sudah Terlalu Banyak Inovasi Mushaf Al Quran Yang Mempermudah Kita Mempelajari dan Memahami Isi Kandungan Firman Allah Tersedia di Gudang Kitab Suci 082140888638

Sudah Terlalu Banyak Inovasi Mushaf Al Quran Yang Mempermudah Kita Menghafal Kalamullah yang Dijual Di Gudang Kitab Suci 082140888638

Selasa, 17 Desember 2019

Mahkota Tahfizh dari Anak yang Menghafal Al-Qur`an Apakah Hanya untuk Orang Tua Kandung Saja | Konsultasi Syariah dan Fiqih (KASYAF) | Ustadz H. Brilly El-Rasheed, S.Pd.


👑 MAHKOTA TAHFIZH HANYA DARI ANAK KANDUNG? 👑

Pertanyaan
🌹 Assalamualaikum ustadz. Afwan saya mau tanya. Katanya kalau punya
anak yang penghafal Al-Qur'an kelak di surga sang anak akan memakaikan
mahkota kepada orang tua nya. Tapi kalau bukan anak kandung tetapi anak yatim piatu yang di adopsi apakah itu berlaku ustadz? Syukron.

📝 Ditanyakan oleh Saudari Siti Kholifah (082313144774) pada 11 Oktober 2017

Jawaban
Wa'alaikumussalam wa rahmatullah.

💎 Sungguh betul-betul berbahagia dengan janji dari Allah Al-Wasi' melalui Rasulullah bahwa kita akan mendapatkan mahkota di Surga jika
kita memiliki anak hafizh Al-Quran.

📜 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
يَجِىءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً
"Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafizh Al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafizh quran,"Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca."_  [Jami' At-Turmudzi no. 3164 dan beliau menilai hasan shahih]

📜 Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن
"Siapa yang menghafal Al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. _Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengambil Al-Quran.” [Al-Mustadrak li Al-Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani]

📜 Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يجيء القرآن يوم القيامة كالرجل الشاحب يقول لصاحبه : هل تعرفني ؟ أنا الذي كنتُ أُسهر ليلك وأظمئ هواجرك… ويوضع على رأسه تاج الوقار ، ويُكسى والداه حلَّتين لا تقوم لهما الدنيا وما فيها ، فيقولان : يا رب أنى لنا هذا ؟ فيقال لهما : بتعليم ولدكما القرآن
"Al-Quran akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, “Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu… ” kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, “Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu belajar Al-Quran.”  [Al-Mu'jam Al-Ausath 6/51, dan dishahihkan Al-Albani]

💎 Insyaallah kata walad muhtamal anak kandung, anak angkat, anak
tiri, anak susuan, anak didik bahkan anak buah. Kata WALADIN merupakan
kalimat ISIM NAKIRAH. Adapun kalimat Isim Nakirah adalah "Kalimah
menunjukkan pada sesuatu secara kesatuan yang tidak ditentukan." Karena Isim Nakirah itu merupakan kata benda yang menunjukkan pada sesuatu yang tidak ditentukan, maka kalimat ANAK dalam hadits tersebut tidak bisa dibatasi atau ditentukan maknanya dengan arti ANAK KANDUNG saja. Jadi yang dimaksud dengan walad dalam hadits tersebut bukanlah terbatas hanya anak kandung saja, namun mencakup makna; anak kandung, anak angkat, anak tiri, anak susuan, anak didik bahkan anak buah, dan anak-anak yang lain yang muslim-muslimah yang bisa mempelajari, membaca, menghapalkan, dan mengamalkan Al-Qur`an.

🌽 Sebagaimana hadits, terputusnya amal,
إذا مات المسلم وفي رواية ابن آدم. انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح أى مسلم يدعو له وفائدة التقييد به مع أن دعاء الغير ينفعه تحريض الولد على الدعاء لأصله. إعانة الطالبين ٣/١٥٧
Tiga amal yang tidak terputus jika muslim atau keturunan Adam mati;
amal jariyah, ilmu yang bermanfa'at dan anak yang shalih yang mendo'akan. Tapi untuk no 3 tidak khusus anaknya saja melainkan setiap orang islam yang mendoakan pahalanya sampai pada mayit, dalam hadits di atas menyebutkan anak hanya sebagai motivasi pada anak untuk mendo'akan orang tuanya yang meninggal. [I’anah Ath-Thalibin 3/157]

🥜 Namun kita tidak boleh memungkiri adanya pendapat ulama yang
menyatakan bahwa yang dimaksud walad (anak) terbatas pada anak kandung
saja, tidak termasuk anak-anak yang lainnya. Ibnu Malik menyatakan,
pensyaratan anak yang shalih ini dikarenakan pahala tidak akan diperoleh selain dari anak yang shalih. Sampai-sampai dikatakan, orang tua akan memperoleh pahala pula dari amal kebajikan yang dilakukan
oleh anaknya yang shaleh baik sang anak berdoa ataupun tidak. Ath-Thibi menyatakan, (orang tua mendapatkan pahala) karena mereka adalah sebab anak shaleh tersebut lahir di dunia.

🛵 Demikian jawaban saya. Doakan putra saya menjadi professor tafsir yang kaya raya ya, mbak Siti. Doakan juga mata saya sehat soalnya rasanya minus bertambah akibat banyak baca kitab.

📝 Dijawab oleh Abinya Abizard H. Brilly El-Rasheed, S.Pd. bin H. Yulianto
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📬 Layangkan pertanyaan seputar agama Islam via surel ustadzjibril@gmail.com dengan menyebutkan nama dan kota asal. 

📱 Bergabunglah di grup whatsapp Islamia dengan mendaftarkan nama dan kota asal ke whatsapp 085536587822

💻 Kunjungi quantumfiqih.blogspot.com buat ngaji lebih banyak. 

🚛 Join bisnis dan pelatihan makanan ringan krupuk kedelai, nugget sayur ikan 🌊 laut, bakso 🐟 ikan, dan lain-lain di sbycorporation.wordpress.com

🖨 Desain dan cetak majalah, buku, kitab & leaflet klik desainmajalahislami.blogspot.com

🕌 Ingin berdonasi komputer bekas dan dana tunai untuk kemakmuran mushalla salurkan melalui komunitasmushalla.blogspot.com

🔬 Pasang iklan atau cari info sekolah Islam unggulan di islamicboardingschool.wordpress.com

📲 Ikuti channel Telegram @manajemenqalbu

Ingin Mendadak Hafizh/Hafizhah Tanpa Susah Payah Dalam Waktu Super Singkat | Konsultasi Syariah dan Fiqih (KASYAF) | Ustadz H. Brilly El-Rasheed, S.Pd.


🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺

🇲‌🇪‌🇳‌🇩‌🇦‌🇩‌🇦‌🇰‌ 🇭‌🇦‌🇫‌🇮‌🇿‌🇭‌

🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺🧺

#⃣ #broadcastquantumfiqih
No.: KS/7/XII/QUFI
Topik: 1⃣ Konsultasi Syariah
Rubrik: quantumfiqihibadah

🇧‌🇨‌🇶‌🇺‌🇫‌🇮‌ 

Konsultasi Syariah 269 - Mendadak Hafizh

Pertanyaan
Assalamualaikum.
💎 Pak ustad mau tanya cara menghafal dan mengingat hafalan tuh gimna ya?

📝 Ditanyakan oleh Saudari Mila (+6289693245054) pada 2 Desember 2018

Jawaban
Wa'alaikumussalam
🚙 Pertanyaan simple tapi jawabannya kompleks. Kalau dijawab simple, cara menghapal ya dibaca, diulang-ulang, diingat-ingat, dikoreksi, dipakai terus untuk shalat atau berdoa atau kapanpun. 

📜 Dari Sahabat ‘Abdullâh bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقَرْآنِ فَقَرَأَهَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ, وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ فَنَسِيَهُ
رَوَاهُ مُسْلِمٌ – بَابُ الْأَمْرِ بِتَعَهُّدِ الْقُرْآنِ – رقم (227)
“Dan apabila penghafal Al-Qur`ân menghidupkan malamnya, lalu membaca Al-Qur`ân pada malam dan siangnya, niscaya ia akan ingat. Dan apabila dia tidak bangun, maka niscaya dia akan lupa” [Shahih Muslim no. 227]

🍿 Itu jawaban simple. Tapi, tentu yang dibutuhkan oleh Mbak Mila tidak hanya jawaban, tapi motivasi dan pendampingan. Kebetulan kami tim Quantum Fiqih belum ada yang hafizh Al-Quran. Saya pribadi baru hapal 4 juz, itupun sering lepas, di tengah kesibukan menunaikan kewajiban ini dan itu.

🍕 Tidak perlu rasanya di sini kami ungkap teknik atau metode menghapal Al-Quran, sebab terlalu panjang dan sudah banyak para pakar hafizh yang mengupasnya. Sudah terlalu bejibun buku tentang tahfizh. 

🛍 Sebenarnya dulu sewaktu di bangku Madrasah Aliyah saya pernah menulis di majalah sekolah saya belasan tips menghapal Al-Quran karena keluhan banyak teman susah menghapal juz amma yang diwajibkan pihak sekolah. Di buku Berguru Kepada Jibril Jilid 2 Nomor 107, kami ulas ‘Mahkota Tahfizh Hanya Dari Anak Kandung?’

🌍 Menghapal Al Quran adalah proyek mulia, cita-cita tinggi, dan habit (kebiasaan) yang istimewa. Menghapal Al Quran memang berat dan butuh waktu. Namun di situlah ladang tsawab/pahala kita.

⏰ Lebih dari itu, memang, kata Nabi, hapalan Al Quran itu diciptakan Allah mudah hilang, sebagaimana mudah lepasnya unta yang ditambatkan. Itu sudah taqdir Allah. Kita tidak bisa menepisnya.

📜 Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam,
إنما مَثَلُ صاحبِ القرآنِ كمثلِ الإبلِ المعَقَّلَةِ . إن عاهد عليها أمسكَها . وإن أطلقها ذهبَت
“Perumpamaan penghapal Al Qur’an itu seperti unta yang diikat. Jika ia diikat, maka ia akan menetap. Namun jika ikatannya dilepaskan, maka ia akan pergi” [Shahih Muslim 789]

📜 Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,
تَعَاهَدُوا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَلَّذِي نَفْسِ بِيَدِهِ إِنَّهُ  َلأَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الإِبِلِ فِي عُقُلِهَ
“Jagalah Al-Quran ini, demi zat yang jiwaku berada dalam tangan-Nya. Sesungguhnya dia lebih gampang terlepas daripada unta yang diikat.” [Shahih Al-Bukhari dan Muslim]

🎁 Kalau menghapal Al Quran 30 juz cukup 1 bulan, kurang nikmat, kurang banyak pahalanya. Jadi tugas kita HANYA menghapal, menghapal dan menghapal. Soal nanti kita wafat dengan membawa hapalan berapa juz, itu soal belakang. Yang wajib adalah berusaha. 

📚 Imam Al ‘Iraqi menjelaskan, “Nabi mengibaratkan bahwa mempelajari Al Qur’an itu secara terus-menerus dan membacanya terus-menerus dengan ikatan yang mencegah unta kabur. Maka selama Al Qur’an masih diterus dilakukan, maka hafalannya akan terus ada. Dalam hadits ini ada dorongan untuk mengikat Al Qur’an dengan terus membacanya dan mempelajarinya serta ancaman dari melalaikannya hingga lupa serta dari lalai dengan tidak membacanya” [Tharh At Tatsrib, 3/101-102]

📻 Menghapal banyak caranya. Bisa dengan berkali2 mengulang2, di segala kesempatan, saat mau tidur, saat liburan, saat traveling, saat jam istirahat sekolah, saat di mall, saat di restoran dan lain sebagainya. 

📺 Bisa juga dengan menirukan gaya bacaan (nagham) orang yang kita sukai. Bisa juga dengan ikut pesantren tahfizh atau one day one juz atau tahfizh online dan lain sebagainya.

🤲 Jangan lupa, doanya yang buaaaanyak, utamanya pas sujud… Sebab yang bisa membuat kita hapal adalah Allah, bukan kita, bukan pula metode tahfizh paling canggih macam apapun. Juga saling mendoakan orang lain biar gampang hapalan… Saling berbagi pengalaman dan teknik menghapal dengan sesama pejuang tahfizh.

🥯 Yang pasti, semakin sering kita maksiat, semakin gampang hapalan quran kita hilang, tanpa sadar. Sebisa mungkin jauhi dan lupakan musik. Begitu musik masuk ke otak, hapalan Al-Quran dari otak akan terdepak. 

📒 Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan,
وأخرج أبو عبيد من طريق الضحاك بن مزاحم موقوفاً قال : ” ما مِن أحد تعلم القرآن ثم نسيه إلا بذنب أحدثه ؛ لأن الله يقول : ( وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم ) ، ونسيان القرآن من أعظم المصائب .
Abu Ubaid meriwayatkan riwayat dari jalur Adh-Dhahhak bin Muzahim secara Mauquf (riwayat yang sampai ke sahabat) beliau berkata, “Tidak seorangpun telah mempelajari Al Quran lalu melupakannya, melainkan disebabkan dosa yang dia lakukan. Karena Allah berfirman,
وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم
“Tidaklah musibah yang kalian alami, melainkam disebabkan dosa yang kalian lakukan.” Melupakan Al Quran termasuk musibah terbesar. [Fath Al Bari 9/86]

🗃 Jaga juga kesehatan otak dan mental. Semakin sehat, semakin mudah hapalan terekam dalam memory otak. Beban dan penyakit psikologis sangat mudah merusak memory hapalan kita. 

🌐 Sekali lagi, tuntutan atas diri kita adalah berusaha menghapal dan menjaga hapalannya. Bila tidak hapal-hapal, kita tidak berdosa. Berdosa adalah manakala kita sengaja melupakan apa yang sudah kita hapal, entah karena bosan, males, jengkel, eneg, dan lain sebagainya.

♻ Jangankan kita, Nabi saja ditaqdirkan Allah pernah lupa dari sebuah ayat. Nabi lho. Apalagi kita. Jadi memang, Allah tidak menghukum kita karena memang yang menciptakan sifat mudah lupa pada diri kita adalah Allah. Kita dihukum jika sengaja melupakan, berpaling, mengabaikan, membuang ayat-ayat Allah.

📝 Dijawab oleh Pak Jibril (Haji Brilly)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🌐 Kunjungi http://quantumfiqih.wordpress.com

🌐 Kunjungi http://quantumfiqih.wordpress.com

🌐 Kunjungi http://quantumfiqih.wordpress.com

📒 Donasi Mushalla #5 yang sudah masuk:
1 - Indriani Surabaya 13/11 Rp 250.000
2 - Leni Lamongan 11/11 Rp 50.000
3 - Ryan Gresik 10/11 Rp 20.000
4 - Iis Lamongan 12/11 Rp 25.000
5 - Hamba Allah Surabaya 16/11 Rp 100.000
6 - Putri Surabaya 17/11 Rp 50.000
7 - Ardi Iriantono Surabaya 23/11 Rp 100.000
8 - Hamba Allah Surabaya 30/11 Rp 100.000
9 - Brilly Sidoarjo 1/12 Rp 350.000,-
10 - Hamba Allah Surabaya 7 /12 Rp 100.000,-
11 - Indie Surabaya 7/12 Rp 50.000,-
12 - Indriani Surabaya 14/12 Rp 100.000
Insyaallah dana yang terkumpul dipergunakan untuk pembelian sajadah dan keramik dinding.

📣 Telah diterima infaq PULSA untuk dakwah 🇧‌🇨‌🇶‌🇺‌🇫‌🇮‌ dari Ibu Liez pada 15 Nop. 2018 senilai Rp 25.000,- dan pada 3 Des. 2018 senilai Rp 50.000,-.

🎙 Daftarkan diri mendapatkan broadcast whatsapp 🇧‌🇨‌🇶‌🇺‌🇫‌🇮‌  di +62 821-4088-8638 dengan menyebutkan nama dan kota asal.

⚠ Jangan lupa simpan nomor ini dengan nama KONSULTASI SYARIAH agar bisa mendapatkan broadcast whatsapp dan tidak terlewat. Karena jika nomor ini tidak disave di daftar kontak di smartphone Anda, maka akan tidak bisa mendapatkan broadcast.

Haid/Menstruasi/Halangan Datang Bulan Setor Hafalan Al-Quran Karena Menjadi Hafizhah | Konsultasi Syariah dan Fiqih (KASYAF) | Ustadz H. Brilly El-Rasheed, S.Pd.


🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯

🇭​🇦​🇮​🇩​ 🇸​🇪​🇹​🇴​🇷​ 🇭​🇦​🇵​🇦​🇱​🇦​🇳​

🍯🍯🍯🍯🍯🍯🍯

Pertanyaan
💝 Saya mau bertanya bolehkah bagi perempuan ketika sedang haid menyetorkan hapalan qur`annya kepada gurunya. Lalu apa hukumnya

📝 Ditanyakan oleh Saudari Yunita Anggraini (085246841386) pada 11 Oktober 2017

Jawaban
🌹 Saya sangat mengapresiasi semangat Mbak Yunita dalam bersikap bakhil terhadap waktu. Mbak Yunita dan mungkin seluruh hafizhah sangat tidak ingin waktunya terbuang sia-sia tanpa diisi dengan menghapal Al-Qur`an ataupun muraja’ah (mengulang-ulang hapalan). Mengingat menjaga hapalan Al-Qur`an sangatlah berat jika tidak dilakukan sesering mungkin. Kalau dalam satu bulan wanita harus mengalami haid hingga 10 hari saja misalnya, berarti kesempatan wanita untuk menjaga hapalan Al-Qur`an hanya 20 hari. Belum lagi kalau ada kegiatan rutin atau kesibukan mendadak. Saya pribadi sangat merasa berat menjaga hapalan saya yang baru sejengkal di tengah kegiatan harian saya.

🔬 Pertanyaan Mbak Yunita dan mungkin seluruh hafizhah merefleksikan kesungguhan. Dan ternyata pertanyaan tersebut turun-temurun alias sejak zaman sebelum ada mesin ketik sudah dibahas oleh para ulama. Memang ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai wanita haidh yang membaca Al-Qur'an, baik itu tujuannya menambah hapalan menyetor atau mengulang-ulang atau sekedar membaca. Oleh karena ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, maka kita sebagai umat harus berlapang dada terhadap sesama kita yang memilih pendapat ulama yang berbeda dengan pilihan kita.

📜 Memang ada hadits yang tegas melarang wanita haidh membaca Al-Qur`an. Dari Ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Tidak boleh orang yang haidh dan orang yang dalam keadaan junub membaca sedikitpun ayat Al-Qur`an.” [Jami’ At-Tirmidzi no. 131; Sunan Al-Baihaqi no. 1375] Namun menurut sebagian ulama hadits, hadits ini tidak kuat. Andaipun dinilai kuat atau shahih, makna hadits tersebut mengandung kemungkinan-kemungkinan lain.

🛵 Berangkat dari hadits ini, kalangan Madzhab Syafi’iyyah menyimpulkan haram mutlak wanita haidh berinteraksi dengan Al-Qur`an, apapun alasannya. Berkata Imam An-Nawawi, “Ada pun junub dan haid, maka keduanya diharamkan membaca Al Quran, sama saja apakah yang dibacanya hanya satu ayat atau lebih sedikit. Dibolehkan bagi keduanya membacanya dalam hati tanpa dilafazhkan.” [At-Tibyan, Hal. 74]

🔊 Beliau juga mengatakan, dibolehkan membaca Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, selama tidak dimaksudkan sebagai Al Quran. Kalangan
Syafi’iyah di Khurasan juga membolehkan membaca doa naik kendaraan: Subhanalladzi sakhara lana hadza .., juga doa: Rabbana atina fid dunya hasanah …, selama tidak dimaksudkan sebagai Al Quran. Imam Al Haramain mengatakan: “Membaca bismillahirrahmanirrahim jika dimaksudkan sebagai bagian dari Al Quran maka itu maksiat, jika tidak bermaksud apa-apa, maka tidak berdosa. “ (Ibid) Ini juga menjadi pendapat Syaikh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dan kalangan Hanafiyah. [Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, 1/474. Al-Maktabah Al-Misykah]

📦 Imam An-Nawawi juga mengatakan, “Madzhab kami adalah bahwa haram bagi orang junub dan haid membaca Al Quran sedikit dan banyak, walau sebagian ayat. Ini juga pendapat kebanyakan ulama, demikianlah diceritakan pleh Al-Khaththabi dan selainnya dari banyak manusia. Para sahabat kami juga menceritakan dari ‘Umar bin Al-Khaththab, Ali, Jabir –semoga Allah meridhai mereka-, Al-Hasan, Az-Zuhri, An-Nakha’i, Qatadah, Ahmad, dan Ishaq.” [Al-Majmu’ Syarh Al Muadzdzab, 2/127]

💎 Namun ada pendapat madzhab lainnya yang berseberangan. Bahwa jika perempuan yang haidh ketika membaca Al-Quran tujuannya bukan membaca, tetapi misalnya tujuannya adalah untuk mengajar atau membenarkan bacaan yang salah maka dalam kasus seperti ini diperbolehkan. Hal ini sebagaimana orang yang dalam keadaan junub yang masih diperbolehkan membaca Al-Quran selama tidak diniati untuk membaca misalnya untuk tujuan berdoa, yang ada ayat Al-Qur’annya. Begitupula menyetor hapalan Al-Qur`an. Niatnya adalah menjaga hapalan Al-Qur`an, bukan dalam  rangka membaca Al-Qur`an meskipun untuk menjaga hapalan ya jelas harus membaca.

🎙 Syaikh ‘Abdurrahman Ba’alwi dari kalangan Syafi’iyyah, “Dan haram membaca Al-Qur`an bagi semisal orang junub dengan tujuan membacanya walaupun dibarengi dengan tujuan lainnya, dan menurut pendapat yang kuat tidak haram baginya bila memutlakkan tujuannya. Dan juga tidak haram tanpa adanya tujuan membacanya (Al-Qur`an) seperti membenarkan bacaan yang keliru, mengajarkannya, mencari keberkahan dan berdoa”. [Bughyah Al-Mustarsyidin, hal. 52, Beirut: Dar Al-Fikr]

🎁 Bahkan Madzhab Malikiyyah memperbolehkan perempuan yang haid membaca Al-Quran secara mutlak. Juga bagi perempuan yang mengajar atau diajar (guru-murid) yang dalam kondisi haid boleh juga menyentuh mushaf. Alasannya adalah bahwa orang junub yang pada asalnya dilarang membaca Al-Qur`an itu bisa dengan mudah menghilangkan hal yang bisa membuatnya dilarang untuk menyentuh Al-Quran yaitu hadats besar dengan cara mandi besar. Kondisi tersebut berbeda dengan orang yang sedang haid atau nifas.

📺 Wazarah Al-Auqaf wa Asy-Syu`un Al-Islamiyyah Kuwait memaparkan, “Kalangan dari Madzhab Malikiyyah berpendapat bahwa orang yang haid boleh baginya membaca Al-Qur`an dalam kondisi masih mengeluarkan darah secara mutlak, baik dalam keadaan junub atau tidak, atau adanya kekhawatiran lupa hapalan Al-Qur’an-nya atau tidak. Adapun setelah haidnya terputus maka ia tidak boleh membacanya sebelum mandi besar, baik dalam keadaan junub atau tidak, kecuali ia khawatir akan lupa hafalannya.” [Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, 8/322, Kuwait: Dar As-Salasil]

📚 Abu Al-Barakat Ahmad bin Muhamad bin Ahmad Ad-Dardiri Al-Maliki menguraikan, “(Kecuali bagi orang yang mengajar atau orang yang belajar meskipun dalam kondisi haid atau junub), artinya haram bagi mukallaf menyentuh mushhaf dan membawanya kecuali dalam kondisi sebagai pengajar atau orang yang belajar maka boleh bagi keduanya menyentuh sebagian atau papan tulis yang bertuliskan ayat-ayat Al-Quran (lauh) dan seluruh mushhaf meskipun keduanya dalam keadaan haid atau nifas kerena ketidakmampuan keduanya untuk menghilangkan (haid atau nifas tersebut) dengan mandi maupun tayammum. Hal ini berbeda dengan orang junub karena kemampuannya untuk menghilangkan penghalang dengan mandi atau tayammum.” [Asy-Syarh Ash-Shaghir ‘ala Aqrab Al-Masalik ila Madzhab Al-Imam Malik, 1/150, Bairut: Dar Al-Ma’arif]

🚌 Demikian uraian ringkas perbedaan pendapat para ulama mengenai hukum wanita haidh membaca Al-Qur`an dengan beragam niat, termasuk niat untuk menjaga hapalan Al-Qur`an. 

👑 Sekali lagi, kita tetap berlapang dada dengan orang lain yang memilih pendapat ulama yang tidak kita pilih, dalam masalah ijtihadiyyah, semacam ini. Yang terpenting, kita harus menyadari bahwa ulama yang melarang wanita haidh membaca Al-Qur`an adalah dalam rangka ingin menjaga kesucian Al-Qur`an. 

🏂 Semantara ulama yang membolehkan adalah dalam rangka ingin agar para wanita tidak jauh dari Al-Qur`an. Sama sekali tidak ada maksud menentang hadits qauli (ucapan) yang melarang wanita haidh membaca Al-Qur`an, sebab makna hadits tersebut banyak, di samping itu, ada problem sedikit terkait rawinya dan sanadnya.

🗺 Mbak Yunita dan para pembaca, semoga Allah Al-Hafizh menjadikan kita sebagai hafizh-hafizhah, dan anak keturunan kita semuanya. Amin. Oia, saya minta doanya, doakan saya menjadi pembimbing murah dan haji ya! Doakan juga putra sy segera sehat, sekarang sedang sakit. Ingin tahu jawaban lebih lengkap plus teks Arabnya, baca buku BERGURU KEPADA JIBRIL JILID 2

📝 Dijawab oleh Abinya Abizard H. Brilly El-Rasheed, S.Pd. bin H. Yulianto
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📬 Layangkan pertanyaan seputar agama Islam via surel ustadzjibril@gmail.com dengan menyebutkan nama dan kota asal. 

📱 Bergabunglah di grup whatsapp Islamia dengan mendaftarkan nama dan kota asal ke whatsapp 085536587822

💻 Kunjungi quantumfiqih.blogspot.com buat ngaji lebih banyak. 

🚛 Join bisnis dan pelatihan makanan ringan krupuk kedelai, nugget sayur ikan 🌊 laut, bakso 🐟 ikan, dan lain-lain di sbycorporation.wordpress.com

🖨 Desain dan cetak majalah, buku, kitab & leaflet klik desainmajalahislami.blogspot.com

🕌 Ingin berdonasi komputer bekas dan dana tunai untuk kemakmuran mushalla salurkan melalui komunitasmushalla.blogspot.com

🔬 Pasang iklan atau cari info sekolah Islam unggulan di islamicboardingschool.wordpress.com

📲 Ikuti channel Telegram @manajemenqalbu

Haram Bismillah Awal Surah At-Taubah | Konsultasi Syariah dan Fiqih (KASYAF) | Ustadz H. Brilly El-Rasheed, S.Pd.

📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜

🇭‌🇦‌🇷‌🇦‌🇲‌ 🇧‌🇮‌🇸‌🇲‌🇮‌🇱‌🇱‌🇦‌🇭‌ 
🇦‌🇼‌🇦‌🇱‌ 🇸‌🇺‌🇷‌🇦‌🇭‌ 
🇦‌🇹‌ 🇹‌🇦‌🇺‌🇧‌🇦‌🇭‌

📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜📜

#⃣ #broadcastquantumfiqih
No.: KS/9/III/19/QUFI
Topik: 1⃣ Konsultasi Syariah
Rubrik: quantumfiqihibadah

🇧‌🇨‌🇶‌🇺‌🇫‌🇮‌

Konsultasi Syariah 298 - Haram Bismillah Awal Surah At Taubah

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Pertanyaan
Assalamualaikum... 
🧩 Sy pernah dengar ulasan salah satu penceramah ustadz yg katakan ada org baca alquran tp dosa yaitu org yg baca surah At'taubah dgn baca bismallah... Krn surah at'taubah tdk ada kalimat bismillah... Apa betul ustadz apa dalilnya?

📝 Ditanyakan oleh Bapak Mahroem pada 11 Maret 2019

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Jawaban
Wa'alaikumussalam
🌏 Intinya, itu adalah sunnah 'Utsman bin 'Affan, jadi kewajiban kita hanya mengikuti sunnah beliau. Dan memang mutawatir dari Nabi, sehingga termasuk Sunnah Nabi. Bukan rekayasa manusia. Kalaupun disebut sebagai hasil ijtihad boleh saja namun dijamin bukan bid'ah karena berdasarkan perintah Nabi yang diriwayatkan oleh ‘Utsman dan mutawatir pula.

🏵 Terbukti pula tidak ada satu pun ahli qurra’ sab'ah (qira'at tujuh) maupun qurra' asyrah (qira’at sepuluh) yang meriwayatkan membaca basmalah di awal surat at-Taubah. Artinya, mereka sepakat meninggalkan membaca basmalah di awal surat At-Taubah.

🍉 Sebenarnya pertanyaan ini klasik banget karena sudah menjadi pertanyaan yang masyhur di kalangan para shahabat Nabi semenjak ‘Utsman menginisiasi proyek pengumpulan dan pembukuan Al-Quran. Dan jawabanya sudah final, tidak berubah lagi, yaitu bahwa kenihilan bismillah pada awal surah At-Taubah adalah karena begitulah yang diajarkan Nabi.

📒 Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menanyakan hal ini kepada Utsman radhiyallahu ‘anhu,
مَا حَمَلَكُمْ أَنْ عَمَدْتُمْ إِلَى الأَنْفَالِ وَهِىَ مِنَ الْمَثَانِى وَإِلَى بَرَاءَةَ وَهِىَ مِنَ الْمِئِينَ فَقَرَنْتُمْ بَيْنَهُمَا وَلَمْ تَكْتُبُوا بَيْنَهُمَا سَطْرَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَوَضَعْتُمُوهُمَا فِى السَّبْعِ الطُّوَلِ مَا حَمَلَكُمْ عَلَى ذَلِكَ
Apa yang menyebabkan anda memposisikan surat al-Anfal disambung dengan surat at-Taubah, sementara anda tidak menuliskan kalimat basmalah diantara keduanya. Dan anda letakkan di 7 deret surat yang panjang. Apa alasan anda? Jawab Utsman,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِمَّا يَأْتِى عَلَيْهِ الزَّمَانُ وَهُوَ تَنْزِلُ عَلَيْهِ السُّوَرُ ذَوَاتُ الْعَدَدِ فَكَانَ إِذَا نَزَلَ عَلَيْهِ الشَّىْءُ دَعَا بَعْضَ مَنْ كَانَ يَكْتُبُ فَيَقُولُ ضَعُوا هَؤُلاَءِ الآيَاتِ فِى السُّورَةِ الَّتِى يُذْكَرُ فِيهَا كَذَا وَكَذَا وَإِذَا نَزَلَتْ عَلَيْهِ الآيَةُ فَيَقُولُ ضَعُوا هَذِهِ الآيَةَ فِى السُّورَةِ الَّتِى يُذْكَرُ فِيهَا كَذَا وَكَذَا
Selama masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan wahyu, turun surat-surat yang ayatnya banyak. Ketika turun kepada beliau sebagian ayat, maka beliau akan memanggil sahabat pencatat Al-Quran, lalu beliau perintahkan, “Letakkan ayat-ayat ini di surat ini.” Ketika turun ayat lain lagi, beliau perintahkan,  “Letakkan ayat ini di surat ini.” Utsman melanjutkan,
وَكَانَتِ الأَنْفَالُ مِنْ أَوَائِلِ مَا أُنْزِلَتْ بِالْمَدِينَةِ وَكَانَتْ بَرَاءَةُ مِنْ آخِرِ الْقُرْآنِ وَكَانَتْ قِصَّتُهَا شَبِيهَةً بِقِصَّتِهَا فَظَنَنْتُ أَنَّهَا مِنْهَا فَقُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَلَمْ يُبَيِّنْ لَنَا أَنَّهَا مِنْهَا
Sementara surat Al-Anfal termasuk surat yang pertama turun di Madinah. Sedangkan surat At-Taubah, turun di akhir masa. Padahal isi At-Taubah mirip dengan surat Al-Anfal. Sehingga kami (para sahabat) menduga bahwa At-Taubah adalah bagian dari Al-Anfal. Hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, beliau tidak menjelaskan kepada kami, bahwa At-Taubah itu bagian dari Al-Anfal.
Lalu Utsman menegaskan,
فَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ قَرَنْتُ بَيْنَهُمَا وَلَمْ أَكْتُبْ بَيْنَهُمَا سَطْرَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَوَضَعْتُهَا فِى السَّبْعِ الطُّوَلِ
Karena alasan ini, saya urutkan al-Taubah setelah al-Anfal, dan tidak kami beri pemisah dengan tulisan bismillahirrahmanirrahim, dan aku posisikan di tujuh surat yang panjang. [Musnad Ahmad no. 407; Jami’ At-Turmudzi no. 3366; Sunan Abu Dawud no. 786]

💎 Ternyata tidak hanya itu penyebabnya, ada penyebab lain, seperti diriwayatkan oleh ‘Ali bin Abi Thalib, bahwa Nabi yang mengajarkan, awal surah At Taubah adalah tanpa bismillah.

📒 Ibnu ‘Abbas pula yang mengonfirmasi mengenai fenomena ini, selain kepada ‘Utsman juga kepada ‘Ali. Abbas pernah bertanya kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,
لِـمَ لَمْ تَكْتُبْ فِي بَرَاءَة بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
Mengapa anda tidak menulis bismillahirrahmanirrahim di awal surat at-Taubah? Jawab Ali bin Abi Thalib,
لِأَنَّ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم أَمَانٌ ، وَبَرَاءَة نَزَلَت بِالسَّيْفِ ، لَيْسَ فِيهَا أَمَانٌ
Karena bismillahirrahmanirrahim isinya damai, sementara surat at-Taubah turun dengan membawa syariat perang, di sana tidak ada damai. [Al-Mustadrak li Al-Hakim no. 3273]

🔫 Rupanya, dalam tradisi Arab Musyrikin Jahiliyah dahulu, jika mereka hendak memutuskan sebuah perjanjian/kesepakatan maka mereka mengirimkan surat pemutusan tanpa mencantumkan kalimat basmalah. Pun demikian, ketika umat Islam memutuskan perjanjian dengan orang-orang musyrik, Nabi mengutus  Ali untuk membacakan At-Taubah di hadapan orang-orang kafir harbi tanpa diawali dengan bacaan basmalah, sesuai adat mereka.

🥝 Derivat dari persoalan ini, berarti haram atau makruh atau jaiz/mubah membaca basmalah ketika mengawali ayat pertama surat At-Taubah? Praktis, terjadi kontroversi kesimpulan hukum di kalangan para ahli fiqih.  

🍊 Pertama, haram membaca basmalah di awal surat Al-Bara'ah atau At-Taubah, dan makruh membaca basmalah di tengah-tengah surat. Kedua, makruh membaca basmalah di awal surat At-Taubah dan sunnah membaca basmalah di tengah-tengah surat, sebagaimana membaca basmalah di tengah-tengah surat selain At-Taubah.

📿 Kita dipersilakan mengikuti (taqlid) kepada kesimpulan para ulama yang menurut kita paling mantab, paling sreg, paling marem, paling shahih. Dan begitulah sikap kita sebagai orang ‘awwam dalam permasalahan-permasalahan yang kontroversial (khilafiyah) dalam diskursus fiqih. Dan intinya, kita harus terus belajar fiqih agar lebih paham dan yakin.

📝 Dijawab oleh H. Brilly El-Rasheed, S.Pd. 
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📒 🇧‌🇨‌🇶‌🇺‌🇫‌🇮 melalui Yayasan Shadaqah Jariyah Quantum Fiqih Ar-Rasyidiyyah (YADARIQUFIYA) membutuhkan bantuan dana infaq untuk keperluan kegiatan program pendidikan, sosial dan dakwah, dan untuk operasional Yayasan.

🚧 Insyaallah, bulan Maret 2019/Rajab 1440 ini, YADARIQUFIYA akan mulai menjalankan program IKOMAT (Infaq Konsumsi Jum'at), AGUNG (Amal Guru Ngaji); SEMA (Shadaqah Energi Masjid); KAYA (Kafalah Yatim); SIM (Simpati Muallaf); dan MATANG (Majelis Taklim Ngopi). Alhamdulillah sudah terkumpul dana dari para donatur, diantaranya Ibu Indriani dari Jember dan Ibu Sumiarsih dari Lamongan dan beberapa donatur lain.

🎙 Daftarkan diri mendapatkan broadcast whatsapp 🇧‌🇨‌🇶‌🇺‌🇫‌🇮‌  di +62 821-4088-8638 dengan menyebutkan nama dan kota asal, awali dengan salam.

⚠ Jangan lupa simpan nomor ini dengan nama KONSULTASI SYARIAH agar bisa mendapatkan broadcast whatsapp dan tidak terlewat. Karena jika nomor ini tidak disave di daftar kontak di smartphone Anda, maka akan tidak bisa mendapatkan broadcast.